Membangun dinding perlu banyak proses, mulai dari menyusun bata, plester, hingga finishing. Tapi dari banyak langkah tersebut, manakah cara membuat tembok lebih kuat dan tahan lama?
Setiap tahapan berperan besar, begitu juga dengan bahan-bahan yang Anda gunakan. Dengan dinding yang kuat dan tahan lama, pasti tembok lebih aman, bahkan untuk bangunan bertingkat.
Supaya tidak salah langkah dalam membangun tembok, Anda bisa cek dulu seperti apa cara membuatnya di sini.
5 Cara Membuat Tembok Lebih Kuat dan Tahan Lama
Dengan proses yang panjang, ada beberapa cara yang akan membuat dinding menjadi kokoh dan kuat, seperti:
1. Jangan Lupa Merendam Bata sebelum Memasang
Batu bata memiliki sifat penyerapan air yang sangat tinggi, sehingga sebelum pemasangan perlu perendaman terlebih dahulu. Anda bisa merendamnya minimal 1 jam sebelum memasangnya. Tujuannya, agar bata tidak menyerap air yang ada dalam campuran mortar. Dengan begitu, dinding tidak akan kekurangan air dan menjadikannya mudah retak dan rapuh.
2. Pastikan Membangun Kolom dan Palang Balok
Supaya dinding berdiri kokoh, Anda juga harus memasang kolom dan palang balok menggunakan rangka besi yang kemudian dicor. Jarak antar rangka dan palang idealnya adalah 3X3 meter. Ukuran kolom dan palang standar untuk bangunan satu lantai tidak boleh kurang dari 15 cm dan ketebalannya wajib sesuai dengan bata yang akan Anda gunakan. Fungsinya agar struktur dinding berdiri dengan optimal.
3. Ciptakan Ketebalan Semen 1,5 cm
Jika Anda menggunakan bata, ketebalan pemasangannya haruslah 1,5 cm untuk lapisan semen yang menempelkan. Ketebalan ini tidak boleh dari angka tersebut, karena hanya akan membuat boros semen. Selain itu, semen yang terlalu tebal akan membuat dinding tidak lurus, sehingga terlihat tidak rapi. Apalagi ketika Anda ingin membangun gedung bertingkat, ukuran tersebut adalah standar yang perlu diikuti.
4. Membasahi Dinding sebelum Proses Plester
Saat dinding sudah berdiri, Anda harus masuk ke proses plester, yaitu menutup seluruh dinding agar rapi. Dalam prosesnya, Anda harus membasahi batu bata kembali baik itu di pagi hari dan saat plester akan berlangsung.
Aktivitas ini penting untuk menambah air pada bata, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap air pada campuran plester. Dengan begitu plesteran dinding tidak akan mudah retak nantinya.
5. Memastikan Campuran Plester Tepat
Cara membuat tembok lebih kuat dan tahan lama juga tergantung dengan campuran plester. Tanpa campuran yang tepat, dinding bisa saja mudah retak bahkan roboh. Pembuatan campuran plester adalah gabungan antara semen dan pasir halus. Aturannya adalah untuk ketebalan 15mm, maka perbandingannya bisa 1 semen : 6 pasir, 1 semen : 5 pasir, dan 1 semen : 4 pasir.
Masing-masing perbandingan bisa disesuaikan kembali dengan ukuran dinding yang akan dibuat. Semakin lebar, maka akan lebih baik jika menggunakan lebih sedikit pasir.
Dengan memperhatikan tips ini, sekarang Anda telah lebih siap membangun dinding yang kuat dan kokoh, serat aman. Selain memperhatikan campuran plester, faktor penting adalah perekat bata yang berkualitas.
Untuk perekat yang kuat dan kokoh, Anda dapat menggunakan SCG Mortar perekat bata ringan. Dengan karakternya yang elastis dan daya rekat tinggi pemasangan bata dalam pembuatan dinding lebih cepat dan praktis.
Mulai dari sekarang, perhatikan setiap langkah pembuatan dinding hingga produk yang digunakan. Jangan sampai salah langkah agar bangunan tetap kokoh.