Ahli Ekologi Beberkan Dampak Pengerukan Pasir Laut, dari Terumbu Karang Mati hingga Biota Laut Punah

Ahli Ekologi dari Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan, Romi Hermawan membeberkan dampak ekologi dari pengerukan pasir laut.

Dia menilai kebijakan pemerintah dalam membuka kembali keran ekspor pasir laut akan berdampak negatif pada ekosistem laut.

“Pertama, dampak fisikanya.

Akan terjadi penurunan intensitas cahaya untuk fotosintesis karena air laut menjadi keruh,” ujar Romi dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh oleh Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) pada Selasa, 13 Juni 2023.

5 Cara Pemerintahan Jokowi Ajak Pakai Kendaraan Listrik, Dapat Subsidi Dia menjelaskan gangguan fotosintesis itu bukan cuma terjadi pada plankton saja, tetapi juga pada terumbu karang.

Sebab, terumbu karang merupakan biota laut yang separuh tumbuhan dan hewan, sehinga membutuhkan fotosintesis.

Selanjutnya, pengerukan pasir laut dapat menyebabkan naiknya angka total dissolver solid (TDS) dan total suspended solid (TSS).

Dengan demikian, sedimen akan teraduk hingga mengubah kedalaman dan muka dasar laut.

Sedangkan dari paramater kimia, penambangan pasir laut dapat meningkatkan bahan organiknya akan meningkat.

Mungkin terjadi racun, tergantung dari dasar lautnya.

Perubahan pH air, kemudian perubahan parameter mikro lainnya.

Satelit Terbesar Indonesia SATRIA-1 Berhasil Diluncurkan, Membuka Babak Baru Telekomunikasi Indonesia Lalu berdasarkan parameter biologinya, kebijakan itu akan menyebabkan kematian organisme laut atau terumbu karang.

Pasalnya, terumbu karang termasuk makhluk hidup yang paling sensitif terhadap perubahan kualitas air.

“Jika ada perubahan sedikit, pasti akan terjadi guncangan bagi terumbu karang,” ucap Romi.

Selanjutnya: Pengerukan pasir laut juga memicu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *